'Bersama seluruh warga bahu membahu menjadikan lingkungan yang LEBIH BAIK'

Minggu, 29 September 2013

SENAM BERSAMA WARGA RW 17 GRAHA HARAPAN - BUMYAGARA

Minggu pagi, 29 September 2013 diadakan acara senam bersama di RW 17 Perumahan Graha Harapan - Bumyagara Mustikajaya Bekasi, 
dengan mengusung tema: "Ayoo,,, Silaturahmi; Aerobic, Goyang Cesar dan Sarapan Pagi Bersama", acara ini diikuti oleh perwakilan seluruh RT dilingkungan RW 17... acara dimulai pukul 06.00 sd 11.00...

Naaah untuk perwakilan RT.08 banyak juga lho yang ikut Ibu2nya yang berseragam kaos ijo, dan bapak2nya kaos biru dan hitam, juga beberapa orang yang lain tidak menggunakan seragam alias warna bebas, kaos yang digunakan oleh RT.08 atas sponsor dari Bu Amin..., makasih ya bu.. (y)

berikut foto2nya... cekidot..:







Foto bareng Warga RW17...
Foto bareng warga RT.008 bersama pak RW..

Bazaarnya rame juga ya...
Bu Amin sedang nge-briefing ibu2 RT.008... kita harus menang!!! hehehehe
Stand jualannya MBak Nung... Laris manisss..
 


Perjuangan tante Ida mendapatkan kursi....

Kamis, 26 September 2013

KERJA BHAKTI 22 SEPTEMBER 2013

Kerja Bhakti tanggal 22 September 2013 diadakan serentak di semua RT di RW 17, naah untuk kerja bhakti di RT.008 yang kita cintai ini difokuskan di area taman depan... memotong rumput... merapikan tanaman yang sudah mulai tinggi dan tidak beraturan, mengecat bak sampah, sedikit nambal-nambal jalan pake semen dan PEMBUATAN BANGKU TAMAN.... dan rencanaya masih akan dibuat beberapa bangku taman lagi yang ditempatkan di beberapa sudut RT.008 seperti di sekitar lapangan futsal dan samping lapangan batminton. Kerja bhakti kali ini diikuti oleh hampir semua bapak-bapak RT.008.... kerja bhakti dimulai pada pukul 07.00 selesai jam 15.00 wuuuh lama bangeeet... hehehe.
Walaupun mungkin hasilnya masih sederhana, namun perlahan-lahan upaya penataan lingkungan RT.008 semoga terus berkelanjutan sehingga lingkungan kita akan lebih nyaman.. Amin



istirahatttt aah
 






Senin, 19 Agustus 2013

Tujuhbelasan 17 - 08 - 2013

Setelah vacum selama kurang lebih tiga tahun, karena tujuhbelasan bertepatan dengan bulan ramadhan pada tahun tahun sebelumnya, akhirnya acara tujuhbelasan pada tahun 2013 bisa diadakan lagi, walaupun persiapannya singkat karena sebagian warga masih liburan di kampung dan sebagian lagi baru sampe dari mudik namun kegiatan ini bisa dilaksanakan cukup meriah...

Acara lomba pada tanggal 17nya diadakan sore hari mulai pukul 16.00... 
berikut foto2nya:
















Sabtu, 17 Agustus 2013

LESTARIKAN LINGKUNGAN DENGAN PENGHIJAUAN

ADANYA berbagai perubahan kondisi dan kualitas lingkungan tentunya akan bisa berpengaruh buruk terhadap manusia. Beragam bentuk kerusakan lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas lingkungan akibat bencana alam, banjir, longsor, kebakaran hutan, krisis air bersih. Hal ini lama kelamaan akan dapat berdampak global pada lingkungan, khususnya bagi kesehatan masyarakat sendiri. 
Manusia memang terkadang tenggelam dalam rangkaian kegiatan yang terlalu berlebihan dan tidak memperhatikan kepentingan lainnya. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan, telah mengakibatkan kemerosotan kualitas lingkungan yang begitu parah. Hal ini hendaklah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam menata kembali wilayah Indonesia dari segala bentuk berbagai kerusakan lingkungan, disamping menciptakan dan membangun budaya masyarakat dalam berwawasan lingkungan.
Dalam konteks ini, tidaklah berlebihan jika gerakan ramah lingkungan pun bisa kembali digalakkan melalui pemerintah daerah (pemda) kepada masyarakat secara menyeluruh. Sebab, dalam rangka menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup, sangatlah perlu adanya kerja sama yang baik antara Pemerintah dengan masyarakat sendiri. Berbagai bencana alam yang sering melanda sebagian wilayah di negara kita pada dasarnya merupakan akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan.
Masalah lingkungan, seperti bencana banjir, bencana kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan, masalah sampah, dan meningkatnya kadar polusi udara merupakan masalah lingkungan yang bukan tergolong sepele. Betapa tidak? Sebab, tidak terselesaikannya atau berlarut-larutnya masalah lingkungan akan menghancurkan potensi pemenuhan generasi mendatang.
Pembangunan di berbagai daerah di Indonesia hendaklah bisa memperhatikan ekosistem di sekitarnya. Janganlah, eksistensi lingkungan dikesampingkan oleh dalih penataan kota tanpa menghiraukan kelestarian dan kenyamanan lingkungannya.
Menyikapi hal ini, sebagai rakyat Indonesia dan anggota masyarakat yang cinta lingkungan, paling tidak kita secara moral (etika) bisa ikut berpartisipasi pada setiap program yang berkait dengan kelestarian lingkungan hidup yang dicanangkan oleh pemerintah.

Galakkan penghijauan
Upaya dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan, tidaklah hanya mengandalkan pemerintah saja, namun lebih jauh masyarakat pun mempunyai peranan penting dalam upaya mewujudkan hal itu. Di antaranya yaitu dengan pola pendidikan melalui berbagai penyuluhan-penyuluhan tentang pentingnya menata dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.
Membangun kesadaran masyarakat yang mempunyai wawasan lingkungan yang luas merupakan “pilar” dalam menjaga kondisi lingkungan benar-benar jauh dari berbagai sumber pengrusakan dan pencemaran lingkungan. Sebab, pada dasarnya masalah lingkungan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan disebabkan oleh tangan-tangan manusia itu sendiri.
Dengan pola pendidikan, melalui institusi pendidikan atau pun dengan penyuluhan langsung ke masyarakat dengan secara sungguh-sungguh akan terciptalah akar budaya masyarakat yang mempunyai kesadaran lingkungan yang tinggi. Artinya, etika lingkungan akan menjadi pondasi dalam setiap pembangunan di Indonesia.
Dengan etika lingkungan, kita tidak saja mengimbangi hak dan kewajiban terhadap lingkungan, tetapi lingkungan juga akan membatasi tingkah laku dan upaya mengendalikan segala bentuk kegiatan pembangunan agar tetap berada dalam batas-batas kepentingan lingkungan hidup kita.
Masyarakat yang berwawasan lingkungan dengan etika atau moral lingkungan yang tinggi benar-benar dibutuhkan dalam setiap pembangunan di Indonesia. Tak terkecuali adanya penegakan hukum lingkungan secara tegas dan terarah. Lebih jauh, dengan mengacu pada hal tersebut setidaknya wawasan lingkungan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengarah pada pemeliharaan dan pelestarian lingkungan hidup.
Masalah lingkungan, seperti halnya banjir, tanah longsor dan kelangkaan air bersih yang sering terjadi di sebagian wilayah di Indonesia, memang merupakan permasalahan global. Bukan saja menimpa Indonesia, namun di negara-negara lain pun juga ikut merasakan. Walaupun sering dilanda banjir di musim penghujan, Indonesia dalam waktu tertentu juga mengalami kelangkaan air bersih, terutama untuk keperluan pertanian. Hal ini merupakan bukti konkret akibat kurangnya kesadaran masyarakat kita dalam berwawasan lingkungan. Jika hal ini dibiarkan, ini akan berpengaruh pula terhadap kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Dengan demikian, reformasi sektor air menjadi suatu keharusan dalam mencapai tujuan pemenuhan hak (akses) atas air bagi semua. Di mana secara nasional tujuan ini secara global dicanangkan pemenuhannya pada 2015. Untuk itu, sangatlah perlu adanya evaluasi secara menyeluruh dan independen tentang swastanisasi (sektor swasta) air selama ini, juga dalam menganalisis kemungkinan alternatif bagi pelibatan konsumen.
Penghijauan lingkungan di wilayah Indonesia haruslah kembali diupayakan dan digalakkan kembali. Bukankah sesungguhnya hal ini sudah menjadi tugas manusia pada umumnya? Pada pundak manusia terpikul sebuah amanah, dan tanggung jawab melestarikan bumi. Dan manusia sebagai khalifah fil-ardhi bertanggung jawab memakmurkan bumi atau menjadi pelaksana penghijauan lingkungan. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alruran, berbunyi; ”Dan-Dialah yang menjadikan kamu di bumi, dan Dia menjadikan kamu penduduknya kepadanya (untuk memakmurkannya”). (QS. Hud : 61).
Adapun penggunaan dan perbaikan kulit bumi lewat penghijauan adalah termasuk kegiatan beribadah kepada Allah SWT. Hal ini pun sesuai dengan hadis Rasulullah SAW, yang berbunyi; ”Tidaklah seorang pun menanam pohon tanaman, kecuali Allah tulis baginya pahala (ganjaran) sesuai dengan buah (manfaat) yang dihasilkan oleh tanaman itu”. (HR. Ahmad).
Dengan adanya penerapan penghijauan lingkungan di Indonesia diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan hidup di wilayah Indonesia. Disamping adanya kesadaran masyarakat yang tinggi dalam memelihara dan melestarikan lingkungan hidup dalam rangka mengantisipasi dari segala bentuk pengrusakan dan pencemaran lingkungan. Pembangunan Indonesia yang berwawasan lingkungan merupakan dasar dalam menciptakan suasana keindahan dan kenyamanan lingkungan, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia yang optimal.

Link Sumber : Budi Imansyah S
http://bpdas-ctw.sim-rlps.dephut.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=104:lestarikan-lingkungan-dengan-penghijauan&catid=40:info-bpdas&Itemid=71